Rabu, 29 Agustus 2018

Mahasiswa di Era Milenial

Mahasiswa di Era Milenial

Hasil gambar untuk gambar mahasiswa

Era Milenial atau era milenium. Yang biasa kita kenal sih seperti zaman modern lagi. Seperti kita sudah mengenal tekhnologi yang canggih, misalnya TV, komputer, smartphone,dll. 
Biasanya sih era milenial ini adalah anak - anak muda berusia 15-35 tahun. Contohnya, waktu zaman SD SMP, kita belum mengenali dengan paham tentang media sosial. Karena, dulu tuh belum haus banget dengan media sosial. Tetapi, setelah menginjak SMA kita menjadi haus dengan medial sosial. Misalnya Facebook, WhatsApp,dll. Pasti kita membutuhkan informasi - informasi pasti dari media sosial. Bahkan, jika kita kesulitan mengerjakan sesuatu, pasti kita membutuhkan informasi yang luas. Maka dari itu, diciptakannya internet untuk mengakses berbagai macam informasi. Jadi, kita bisa mencari informasinya dengan cepat. Kalau kita sedang menggunakan internet, pasti kita membutuhkan komputer atau smartphone kan? itulah yang disebut Era Milenial.
Mahasiswa yang berjalan dalam kesadarannya yang utuh itu adalah harapan terbesar dari perjalanan sebuah peradaban bangsa ini. Mengapa demikian? Karena mahasiswa menjadi penopang aspirasi dalam memberikan modal semangat kepada seluruh rakyat Indonesia.
 

Senin, 18 Juni 2018

SENJAKU

Selamat datang senjaku dengan hati tenang
Yang menuju kegelapan bumi dengan diterangi bulan
Melihat senja, membuat hati tenang dan terasa nyaman sekali
Jika kau menatapnya, kelak kau akan merenungkan hati sangat dalam
Mengingatkan kepada seseorang yang kita sayangi
Bukan hanya lelaki, bahkan sahabatpun kau bisa mengingat kenangannya
Senja..
Adalah sesuatu yang terbaik menceritakan kisah rindumu kepada dunia
Kenapa?
Karena disitulah kau menemukan jawaban yang kau ceritakan kepada dunia
Jika senja terus menerang, aku ingin untuk melambatkan waktu untuk menyaksikan senja
Senja sangat indah untuk membahagiakan hati.

Jumat, 26 Januari 2018

Contoh membuat novel singkat dan Analisa strukturnya

TAWA DALAM KENANGAN



            Berdirilah 9 sahabat yang penuh dengan ceria, tawa, bahagia, dan lain – lain. Mereka pun senang – senang bersama. Jika ada yang sedih, pasti sahabat itulah yang suka menghampiri dan menghiburnya sehingga tidak ada yang bersedih lagi. Itulah gunanya sahabat. 9 orang tersebut mempunyai nama untuk sahabatnya, yaitu GGS. Mengapa nama GGS? GGS itu singkatan dari ‘Ganteng Geulis Seram’. Loh, kok seram? Seram, karena mereka itu menyeramkan kalau sudah melawak. Ketawanya pun beraneka ragam. Karena, ceritanya sangat lucu sehingga mereka membuka mulut dan mengeluarkan suara tawa nya dengan puas yang bisa menakutkan orang – orang di sekitar. Mereka itu Putra, Yuli, Intan, Fadil, Afifah, Yani, Miftah, Putri, dan Qiqi. Diantara 9 orang tersebut, yang paling konyol dalam segala hal itu Putra dan Fadil. Bukan hanya itu saja. Putra dan Fadil pun juga teman sebangku di kelasnya. Dan yang selalu pikirannya jorok dan mengkhayal yang sangat tinggi itu Yuli. Jika, ada obrolan yang pikiran yang jorok, otak dia langsung nyambung seperti ada sinyal.
            Mereka sudah menjalin persahabatan selama 1 tahun. Tetapi, mereka seperti sudah dekat sekali beberapa tahun. Apalagi, guru – guru di sekolah sudah tahu tentang persahabatan mereka yang sangat humoris. Lagi belajar pun, mereka tetap melawak di kelasnya. Tetapi, guru yang sedang mengajar tidak marah dan kesal, karena lucu dan konyol guru pun ikut tertawa. [ABSTRAKSI]
            Pagi hari, mereka berangkat ke sekolah bersama dengan menjemputnya satu per satu. Setelah sampai gerbang sekolah, ternyata mereka terlambat. Sudah pukul 7:20 mereka sampai di sekolah dan gerbang sudah ditutup. Akhirnya, mereka masuk lewat belakang dengan memanjat tembok untuk masuk ke sekolah. Ketika mereka memasuki kelas, ternyata sudah ada guru yang sedang mengajar. “Kenapa kalian telat?” tanya Bu Sri. Dengan kebetulan, mereka telat masuk kelas ketika jam pelajaran Matematika. Bu Sri itu sangat galak kalau sedang mengajar dan matanya sangat tajam jika sedang mengawasi siswa ujian. Tetapi, mereka tidak pernah takut dengan Bu Sri. Karena mereka sudah sering dimarahi olehnya dengan kelakuan buruk seperti sering melawak di jam pelajarannya. “Maaf Bu. Maklum manusia pasti telat bangun karena kelelahan” jawab Yani dengan polos. Wajah Bu Sri kini sudah menampakkan kemarahannya. Karena sudah beberapa kali mereka melakukan kesalahan lagi. “I..iya Bu, kita telat aja masih datang ke sekolah karena niat kita itu untuk belajar bukan mematuhi peraturan sekolah Bu” ucap Intan yang kini membuat Bu Sri tambah kesal dan marah kepada mereka. Murid di kelas pun tertawa semua. Dan sudah tahu sifat mereka yang suka bercanda berlebihan. Akhirnya, Bu Sri memberi hukuman kepada mereka dengan membersihkan halaman sekolah. Tetapi, mereka tetap senang kalau dapat hukuman. Karena bebas dari kelas dan tidak belajar. Mereka benar – benar tidak membersihkannya. Tetapi, makin berantakan. Karena mereka bermain – main sampai tertawa puas. Ketika mereka sedang bermain – main, datanglah Bu Sri dan melihat mereka yang sedang bermain. Bu Sri terkejut dan wajahnya memerah. “Ada Bu Sri tuh datang” teriak Putra kepada temannya. “Waduh Bu teh Sisri mending kabur aja nih” ucap Intan dengan polos mengucapkan seperti itu kepada gurunya sendiri. “Ih, kalian gak boleh kabur. Kita harus patuh sama guru” ucap Qiqi dengan lembut. Mereka akhirnya menurut kepada Qiqi. Karena dia paling tua dari mereka dan paling dewasa kalau ada masalah apapun.
            Setelah mereka selesai tugas dari hukuman Bu Sri, mereka memasuki kelas dan duduk dibangkunya masing – masing. Karena, jam pelajaran masih berlanjut dan memasukin jam pelajaran wali kelas yaitu bahasa inggris. Bu Vera adalah wali kelas XII A 3 dan guru bahasa inggris. Biasanya Bu Vera jika memasuki kelas mereka tersenyum, tetapi ini seperti sedang marah. Apakah Bu Vera marah karena kelakuan GGS yang dilakukan tadi saat diberi tugas hukuman?. Bu Vera itu sangat peduli kepada anak kelasnya. Dan jika ada masalah pun, ia menyelesaikannya segera. Tetapi, ia tidak pernah marah kepada muridnya. Apalagi kalau masalah mereka ber 9, ia tetap sabar. Tetapi kali ini, Bu Vera sangat berbeda. Dari raut wajahnya pun sudah ketebak kalau ia marah. Ketika Bu Vera menduduki kursi, ternyata raut wajahnya kembali normal seperti biasanya. Mereka kira Bu Vera marah dengan kelakuannya. Ternyata tidak. [ORIENTASI]
            Ketika sedang belajar dengan pelajaran wali kelas, Bu Vera mengumumkan akan diadakan perkemahan. Karena, Bu Vera ingin sekali untuk camping. Akhirnya, mereka semua setuju. Karena itu adalah aktivitas yang banyak disukai oleh manusia. Dan direncanakan pada hari Sabtu.
            Hari Sabtu telah datang. Mereka bergegas berangkat ke tempat perkemahan pada sinar terik matahari. Ketika sampai di tempat perkemahan, Bu Vera membagikan orang – orang untuk seruangan dalam tenda. Mereka ber-9 pun dengan bersenang – senang mengikuti kegiatan perkemahan. Kemudian, Intan dan Putra pergi ke tempat penyewaan hamook (ayunan untuk perkemahan). Dan yang lainnya pun mengikuti menyewa hamook itu. Kecuali Afifah dan Qiqi. Karena, mereka berdua dari tadi diam di dalam tenda. Mereka ber-7 bersenang – senang dengan ketawa bersama dan bercerita bersama. “Ikan apa yang banyak matanya?” tanya teka – teki dari Intan. “Ikan sekilo yang kecil – kecil” jawab Fadil. “Loh kok bisa gitu sih? Emang banyak banget ya kalo ikan sekilo jadi banyak matanya?” tanya heran Yani. Yani sangat lemot kalau sudah berpikir apapun. Ya bisa disebut pikun sih. “Aduh Yani, kamu pikun amat sih hahaha” ucap Intan sambil tertawa. Kalau mereka sudah memulai dengan berbincang teka – teki, pasti Yuli selalu ada teka – teki yang aneh “Eh aku punya teka – teki yang sangat menarik dan sangat jelas” ucap Yuli dengan semangat. “pasti yang jorok lagi kan?” jawab Putri dengan polos. “dengerin dulu makanya” ucap Yuli. “Iya apa?” tanya Miftah dengan penasaran. Mereka menunggu teka – teki yang dibuat Yuli. “Nih ya pas dibuka sarungnya keliatan bulunya, terus pas dibuka bulunya tuh waw keliatan bijinya, nah pas bijinya dibuka eh keliatan batangnya, apakah itu?hahahaha” tanya teka – teki Yuli. “Tuhkan sudah kuduga, pasti teka – tekinya jorok mulu” ucap Putri. “Aduh parah kamu Yul hahaha” ucap Putra kepada Yuli. “Ih, kalian tau gak sih jawabannya?” tanya kesal Yuli. “Ya itu pasti jawabannya juga jorok lah hahaha” jawab Intan dengan tertawa. “Bentar – bentar. Emang di dalam sarung ada bulunya? Kan sarung gak punya bulu” jawab polos Yani dengan pikun. “Idoyy!!!!!” teriak serentak. Idoy adalah nama panggilan Yani karena ia sangat pikun. “Yan, kamu lucu banget sih sampe kamu polos ngomong kaya gitu hahaha” ucap Intan dengan tertawa lepas. “Aduh kali ini terjebak banget ya dari teka – teki aku hahaha. Padahal jawabannya kan jagung hahaha” Yuli tertawa lebar dan senang karena tidak ada yang bisa menjawab teka – tekinya. Mereka tertawa bersama dengan bahagia tanpa Afifah dan Qiqi. Ketika mereka sedang tertawa dan bersenang – senang di atas hamooknya, Afifah melihat dari jauh dan memandang mereka yang sedang bahagia. Dan Afifah melihat Intan yang sangat bahagia dan banyak disukai orang karena sifatnya yang baik. Walaupun Afifah adalah sahabatnya Intan, tetapi ia selalu iri dengannya. Dan ia sangat iri jika Intan sedang membahagiakan sahabat yang lainnya sehingga orang – orang tersebut nyaman dengan sikap Intan yang baik. Jika memandang Intan seperti menghangatkan hati semua orang. Sedangkan Afifah, ia memang baik tetapi ia selalu iri dengan kebahagian orang lain. Afifah memandang mereka dengan wajah iri dan tidak menyukainya. Qiqi menghampiri Afifah yang sedang melihat mereka sedang bersenang – senang. “Kenapa kamu gak kesana?” tanya Qiqi sambil menunjuk ke arah mereka dari jauh. “Males” jawab Afifah yang jutek dengan raut wajah marah. “Loh, kok males? Ayo kita kesana” ajak Qiqi sambil menarik tangan Afifah. “Aku bilang males ya males” ucap Afifah sambil melepaskan tangannya dari Qiqi. Wajah Qiqi dengan kecewa melihat kelakuan Afifah yang dilakukan kepada Qiqi. Tetapi, Qiqi tetap berusaha untuk mengajaknya. Tak lama kemudian, Intan memanggilnya dari jauh kepada Afifah dan Qiqi. “Hey, ayo sini join” teriak Intan sambil melambaikan tangan. “Tuh kan, ayo kesana!” ajak Qiqi. Tetap saja Afifah tidak pergi kesana. Afifah pergi dan memasuki tendanya lagi. Tak lama kemudian, ada orang yang memasuki tenda Afifah. Ternyata, itu Rahma. Ia dikenal orang biang gosip dan ia suka menghasut orang. “Eh Afifah. Kamu gak gabung sama GGS?” tanya Rahma. “Oh nggak” jawab Afifah dengan wajah bt. “Eh kamu udah tau belum? Katanya sih Intan sama Fadil lagi deket” ucap polos Rahma dengan wajah tanpa dosa. Afifah kaget dengan omongan Rahma kepadanya. Dia belum bisa percaya dengan Rahma. Karena, sudah tau, bahwa Rahma suka memberi berita dengan tidak benar. “Ah gak mungkin, mereka kan sahabatan” ucap Afifah. “Ini seriusan. Kali ini aku gak bohong Fah” ucap Rahma untuk meyakinkan Afifah. Afifah berpikir. Mengapa Rahma tahu kalau Afifah suka sama Fadil? Padahal, belum ada yang mengetahui bahwa Afifah menyukainya. Afifah dengan mudahnya, percaya dengan omongan Rahma.
             Qiqi menghampiri mereka. Setelah sampai, mereka merasa seperti ada yang kurang. “Afifah mana?” tanya Yuli. “Ada di tenda. Tapi, dia kok aneh ya?” tanya heran Qiqi. “Emang kenapa dengan Afifah?” tanya Putri. “Aku juga gak tau kenapa?” ucap Qiqi dengan dengan khawatir kepada sikap Afifah. Intan tiba – tiba pergi dan menghampiri Afifah yang sedang sendiri. Tetapi, Intan tidak menemukan keberadaan Afifah. Intan terus mencarinya, tetapi tetap saja tidak menemukannya.
            Hari sudah larut malam. Waktunya acara api unggun. Semua berkumpul di pertengahan tenda – tenda dengan menyalakan api unggunnya. Mereka ber-8 tanpa Afifah pun berkumpul bersama. Afifah masih belum terlihat di acara api unggun juga. Ketika acara dimulai, Afifah muncul dan mengahadiri acara tersebut. Ia tidak mengamhampiri mereka, tetapi ia menghampiri orang – orang yang banyak tidak disukai oleh murid yang di kelasnya. “Itu Afifah” ucap Miftah sambil menunjuk ke arah Afifah. Intan mencari dengan arah matanya. Tenyata benar itu Afifah. “Kita samperin aja yu” ajak Intan kepada mereka. “Ayo!!” ucap Putra dan Fadil sambil mengangkatkan tangannya ke atas dengan mengepalkan tangannya. Mereka pun menghampiri Afifah. Intan mendekati Afifah dan menghiburnya. Karena, kalau ada temannya sedang bt atau ada masalah. Pasti Intan paling jago dalam menghiburnya. “Hai Afifah. Kamu kemana aja sih? Tadi aku nyariin kamu gak ketemu” ucap Intan sambil tersenyum lebar kepada Afifah sambil merangkul Afifah. Afifah melepaskan rangkulan Intan dan tidak menjawab pertanyaan Intan. Afifah malah asyik dengan teman yang lainnya. Intan merasa aneh sekali dengan sikap Afifah kepada mereka. “Afifah! Kamu kenapa sih? Kita salah apa sma kamu?” ucap Yuli dengan wajah kesal sambil menarik bahu Afifah dari belakang. “Apa sih?!!” ucap Afifah dengan nada tinggi. [KOMPLIKASI]
             “Kok, kamu jadi gitu sih fah? Salah kita apa sama kamu?” tanya bingung Intan dengan wajah penasaran dengan sikap Afifah. “Eh Tan, jangan pencitraan dong!! Sok baik lah, sok perhatian lah” ucap kasar Afifah dengan kesal. Intan kebingungan dengan ucapan Afifah kepadanya. “Loh kok, kamu ngomong gitu sama Intan sama sahabat kamu sendiri?” tanya Putri. Intan tiba – tiba menarik tangan Afifah dengan paksa dan membawanya pergi ke tempat yang sepi untuk berbicara 4 mata. Dan yang lainnya, mereka ber-7 seperti Putra, Fadil, Yuli, Putri, Yani, dan Qiqi mengikuti Intan dan Afifah dari belakang tanpa diketahui Intan. Dan mereka ber-7 bersembunyi dan menguping pembicaraan Intan dan Afifah.
            “Apaan sih narik tangan segala!!” ucap kasar Afifah. “aku gak habis fikir sama sikap kamu seperti ini sama aku. Aku salah apa sama kamu? Perasaan kita gak pernah punya masalah dalam persahabatan kita” ucap Intan dengan memberi penjelasan kepada Afifah. “Emang gak ada masalah dalam persahabatan kita” ucap jutek Afifah. “Terus apa?”. Dari jauh, mereka ber-7 masih menguping pembicaraan Intan dan Afifah. Walaupun terdengar sedikit, tapi mereka penasaran dengan masalah yang dihdapi Intan dan Afifah. “Mereka kok ngomongnya serius amat ya. Sampe ngomong di tempat yang sepi” ucap Fadil dengan bisik – bisik. “Mungkin mereka ngobrol di tempat sepi, biar enak ngobrolnya dan, paling antara Intan dan Afifah mungkin pengen curhat. Jadi curhatnya di tempat gak banyak orang” ucap polos Yani. “(sambil menjitak kepala Yani) doclo banget sih kamu Yan!” ucap Putra. “Udah ah mending kita dengerin aja obrolan mereka” ucap Qiqi dengan serius memperhatikannya.
            “Aku gak suka sama sifat kamu!” ucap pelan Afifah kepada Intan. “Sifat aku emang kenapa?” tanya penasaran Intan. “Setiap orang ketemu sama kamu pasti baik. Pasti kagum sama sikap kamu. Kamu terlalu baik ke orang! Sampe – sampe, orang – orang itu memihak kamu terus dalam segala hal! Bahkan, anak GGS pun keliatan bahagia banget kalo kamu berada di samping mereka semua! Dan 1 lagi, kamu udah ngerebut hati Fadil dari aku!!” ucap Afifah dengan sentak. Intan sangat kaget dengan bicara Afifah seperti itu. Bahkan, mereka ber-7 yang sedang menguping pun juga kaget. Obrolan Afifah membuat wajah Intan menjadi kaget.
            Tiba – tiba Fadil keluar dari tempat persembunyian dan menghampiri mereka berdua. “Aku gak salah denger nih” tanya Fadil yang membuat Afifah terkejut dengan kehadiran Fadil. “Fadil” ucap Intan. Mereka ber-6 yang sedang bersembunyi pun ikut keluar juga. Afifah terkejut dan merasa malu dengan mengungkapkan perasaan lubuk hatinya. “Ternyata kamu iri sama Intan? Terus kamu bersikap seperti ini sama kita?” ucap Yuli. “Kenapa sih kamu Fah? Cara kamu tuh salah kalo seperti ini dan sifat kamu tuh gak kaya gini Fah” ucap Putri. “Tuhkan, bener apa yang diucapin sama aku tadi. Pasti semua orang memihak kamu Tan” ucap jutek Afifah. [EVALUASI]
             “Hah?” jawab Intan dengan terkejut. “Kita semua bukan memihak Intan karena dia selalu baik sama kita. Tapi, kita di sini gak mihak siapapun. Tapi ini kenyatannya yang kita lihat apa yang kamu lakuin kepada Intan itu salah.” Ucap Qiqi. “Fah, (sambil menatap Afifah) jadi kamu suka sama aku? Sampe kamu cemburu dan marah sama Intan, karena dia deket dan membuat aku bahagia, gitu? Fah, kita boleh suka sama sahabat kita sendiri. Tapi, gak sampe ngerusak persahabatan kita dan sampai hancur seperti ini. Dan jangan seperti nila setitik rusak susu sebelanga Fah. Oke, aku harus jujur sekarang. Emang aku suka sama Intan (semua terkejut). Tapi, aku berpikir lagi. Karena dia sekarang sahabat aku, aku gak mungkin untuk nembak dia dan merusak persahabatan kita.” Ucap Fadil yang membuat mereka terkejut dan diam. “Dan 1 lagi Fah. Jaga  baik kata – katamu. Karena mulutmu adalah harimaumu” ucap Fadil sambil memegang pundak Afifah. Afifah diam dengan percakapan Fadil kepadanya. Dan dia menyadari atas kesalahan yang telah ia lakukan kepada sahabatnya. “Fah, aku gak tau kalo kamu suka sama Fadil. Aku deket sama Fadil aja kan karena kita sahabat gak lebih kok. Aku memperlakukannya sama seperti memperlakukan kepada yang lain. Aku minta maaf ya. Aku gak tau kalo kamu selama ini cemburu.” Ucap Intan dengan tulus. Afifah masih diam. Da tidak menjawab obrolan Intan. “Kami berharap kamu mengerti dengan ucapan Fadil yang tadi” ucap Qiqi. Tak lama kemudian, Afifah mendekati Intan dan memegang tangan Intan. “Aku minta maaf ya Tan. Aku bersalah banget sama kamu. Dan aku merasa malu dengan diriku sendiri. Emang sih, aku pengen banget punya sifat seperti kamu. Sampe aku iri sama kamu dan melakukannya seperti ini.” Ucap Afifah dengan tulus dari hati nya. “Kamu gak salah kok Fah. Ya ini memang kita lagi diuji sama Allah seberapa kuatnya persahabatan kita jika ada masalah. Iya kan?” ucap Intan. “Benar benar benar!!!” ucap serentak semua. Akhirnya mereka merangkul satu sama lain. Dan kembali seperti semula persahabatan mereka. Mereka mengahabiskan bersenang – senang dengan di acara perkemahan. [RESOLUSI]
            Dua bulan kemudian, mereka masih bersama – sama dengan bersenang – senang. Dan hari ini, adalah hari dimana mereka berpisah sekolah karena hari ini adalah hari terakhir mereka sekolah. Walaupun murid yang lain sedih dengan perpisahan sekolah, tetapi mereka tetap bahagia. Mereka tidak perlu sedih. Karena mereka belum berpisah dalam persahabatan. Dan mereka akan menyimpan bahagia dan tawa yang manis dalam kenangannya. [KODA]

UNSUR INTRINSIK
1.      Tema : Persahabatan
2.      Tokoh dan Penokohan :
Ø  Intan : Baik hati, peduli, humoris, penyayang, penyabar.
Ø  Afifah : Baik, selalu iri dengan kebahagiaan orang lain, sedikit emosi, selalu sadar dengan perilaku yang salah yang ia perbuat, keras kepala.
Ø  Fadil : Baik, humoris, bertanggung jawab, jujur.
Ø  Putra : Baik, humoris, penghibur.
Ø  Yani : Baik, pikun, suka ga jelas jika menjawab pembicaraan orang lain.
Ø  Putri : Baik, peduli dengan sahabatnya.
Ø  Yuli : Baik, sering berpikiran kotor, humoris, mudah terbawa perasaan.
Ø  Qiqi : Baik, selalu berpikir dewasa, peduli, penyayang.
Ø  Miftah : Baik, terkadang pendiam, peduli.
Ø  Bu Sri : Mudah emosi, jutek, galak.
Ø  Bu Vera : Baik, sangat peduli kepada murid nya, penyabar.
Ø  Rahma : Suka menghasut orang, selalu menggosipkan orang lain

3.      Alur : Maju
           Bukti : Pagi hari, mereka berangkat ke sekolah bersama dengan menjemputnya satu per satu. Setelah sampai gerbang sekolah, ternyata mereka terlambat. Sudah pukul 7:20 mereka sampai di sekolah dan gerbang sudah ditutup. (dan seterusnya)

4.      Latar :
Ø  Tempat : Sekolah, Kelas, tempat Perkemahan.
Ø  Waktu : Pagi hari, siang hari, malam hari.
Ø  Suasana : Senang, menegangkan, sedih, dan terharu.
5.      Amanat : Jangan hancurkan persahabatan yang sudah terikat hanya masalah sedikit pun. Karena sahabat sejati adalah orang yang selalu bersama kita dan membuat kita bahagia sampai kapan pun.

6.      Gaya bahasa :
Ø  Peribahasa : “Dan jangan seperti nila setitik rusak susu sebelanga Fah”
Ø  Majas simbolik : “Dan 1 lagi Fah. Jaga  baik kata – katamu. Karena mulutmu adalah harimaumu”

7.      Sudut pandang : Sudut pandang orang ketiga (Mereka akhirnya menurut kepada Qiqi. Karena dia paling tua dari mereka dan paling dewasa kalau ada masalah apapun.)


UNSUR EKSTRINSIK
1.      Nilai Moral : Jujur dengan ungkapan perasaannya (...“Oke, aku harus jujur sekarang. Emang aku suka sama Intan”) , saling menyayangi antar sesama (Akhirnya mereka merangkul satu sama lain. Dan kembali seperti semula persahabatan mereka).
2.      Nilai Sosial : Saling mengingatkan jika ada yang salah dalam perbuatan mereka masing – masing.

Mahasiswa di Era Milenial

Mahasiswa di Era Milenial Era Milenial atau era milenium. Yang biasa kita kenal sih seperti zaman modern lagi. Seperti kita sudah ...